Chris McManus dan Fenomena Si Kidal

Setelah meraih Welcome Trust Book Prize pada 1999, Right Hand, Left Hand: The Origins of Asymmetry in Brains, Bodies, Atoms and Cultures karya Chris McManus juga dianugerahi Aventis Science Book Prize untuk kategori buku ilmiah populer pada 2003.Buku ini mengeksplorasi sebuah keganjilan yang umum ditemui di tengah masyarakat yakni soal pengguna tangan kiri. Dalam buku yang dicetak Harvard University Press itu, Mc Manus mengangkat topik utama orang-orang kidal dan adanya budaya menulis yang berbeda.

Aventis Science Book Prize telah diselenggarakan untuk ke 15 kali di Inggris. Profesor psikologi dan pendidikan medis di University College London itu menerima hadiah sebesar 10 ribu poundsterling. Panel juri yang dipimpin novelis Inggris Margaret Drabble mengungkapkan buku McManus itu menjawab sejumlah pertanyaan mendalam mengenai biologi, kimia dan fisika. “Buku itu merupakan penggabungan yang bagus antara hal ilmiah dengan permainan dan berbagai trik. Penuh dengan anekdot dan berbagai hal yang tidak Anda ketahui,” ujarnya.

McManus memang tak hanya mengangkat fenomena kidal pada manusia tapi juga hingga ke level subatomik. Ia juga mengungkapkan bahwa ketidakseimbangan itu pun terjadi di dunia binatang. Burung nuri, misalnya, kata McManus, ternyata kidal. Banyaknya hal-hal baru yang diungkap McManus itu telah membuka pikiran banyak orang. McManus membuka soal pengguna tangan kiri dengan berpijak pada fisika fundamental, yang disebutnya “pelanggaran konservasi keseimbangan”.

Sementara fisikawan Cina Chen Ning Yang dan Tsung Dao Lee memprediksikan munculnya si kidal karena pada 1956 ada partikel subatomik yang berinteraksi dalam orientasi tertentu. Tahun berikutnya Chien-Shiung Wu melakukan observasi orang kidal dan faktor radioaktif beta. “Tuhan adalah seorang kidal yang lemah,” ucap McManus menyindir. Dalam bahasan si tangan kiri, ia memberi gambaran yang luas. McManus mulai berkisah dari lukisan-lukisan Rembrant, kemudian soal anak kembarnya yang satu kidal dan yang lainnya pengguna tangan kanan.

Keduanya sama-sama merayakan ulang tahunnya yang keempat kemarin. “Banyak buku menyangkut subyek ini, tapi buku-buku itu sedikit membosankan,” ungkapnya. Ia lebih tertarik pada simbol-simbol budaya untuk menjelaskan soal tersebut. Sebagai contoh, kenapa orang Inggris mengendarai mobil di kiri. Ungkapan seperti itu akan membantu meringankan muatan ilmiah yang memenuhi buku tersebut. Tak hanya dua kali, bukunya meraih penghargaan internasional.

Tahun 2002, bukunya yang lain juga meraih penghargaan Nobel untuk pengobatan (studi ilmiah). Buku tersebut berjudul Scrotal Asymmetry in Man and in Ancient Sculpture. Ia masih berkutat soal dunia yang didominasi oleh molekul-molekul si kidal dan pengguna tangan kanan. Hal itu ia gambarkan menjadi sebuah potret indah tentang hal ilmiah dengan pertanyaan-pertanyaan besar soal keunikan tersebut.

Ketidakseimbangan memang menjadi bidang yang paling diminatinya untuk diteliti dan dituliskan. Meski pada awal kiprahnya sekitar 1980-an awal, ia lebih banyak melakukan survei tentang pendidikan medis sesuai dengan bidang keilmuannya. Namun minatnya benar-benar berkembang setelah soal kidal, ia juga tertarik soal dominasi pengaruh otak, kejiwaan, biologis, hingga soal kesusasteraan. Sejak November 1997 McManus aktif menjadi dosen untuk psikologi dan pendidikan medis di Departemen Psikologi University College London dan Centre for Health Informatics and Multi Professional Education (CHIME), bagian dari Royal Free dan University College Medical School. Ia kerapkali muncul di TV dan radio dalam diskusi menyangkut asimmetris yang memang diminatinya. Setiap kali yang paling banyak menjadi bahan contoh adalah menjadi kidal dan normal. RITA NARISWARI (sumber.www.ruangbaca.com)