Kasus Manohara Sampai ke DPR

f32b127b4d6b2bab8a447a58af46d3da400x280Selasa, 28 April 2009 | 16:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Dengan bantuan dari Raditya Argoebie, seorang kerabat model Manohara Odelia Pinot, akhirnya Deasy Fajrina, ibu Manohara, pada Selasa ( 28/4 ) siang bisa bertemu dengan dua orang anggota Komisi I DPR RI. Deasy bermaksud meminta bantuan komisi tersebut untuk memulangkan Manohara ke Tanah Air dari Malaysia.

“Alhamdulillah, hari ini saya diterima Pak Anhar Nasution dan Pak Hayono Isman. Kebetulan Raditya kenal dengan anak dari Pak Hayono,” terang Deasy.

Dalam pertemuan itu, Deasy disarankan segera memberi laporan ke Komisi I untuk upaya membawa pulang Manohara dari Malaysia. Anhar mengatakan akan segera merespon warga negara. “Ini menyangkut warga negara kita. Sudah tanggung jawab kita untuk melindungi setiap warga negara kita,” tegas Anhar.

Untuk itu, Komisi I akan segera mengadakan rapat internal sebagai langkah awal upaya pemulangan Manohara. “Nanti Komisi I akan memanggil Duta Besar (Dubes RI) untuk Malaysia. Kalau perlu kita panggil Menlu untuk menanyakan kok bisa ada perlakuan seperti itu terhadap bangsa Indonesia,” terangnya.

Merujuk ke kabar sebelumnya bahwa pihak Kerajaan Kelantan, Malaysia, telah menghapus kewarganegaraan Indonesia pada diri Manohara karena sudah menikah dengan Pangeran Kelantan, Tengku Fakhry, dan tinggal di Malaysia, Anhar menegaskan bahwa hal itu tak sesuai dengan undang-undang di Indonesia. “Mana buktinya bahwa Manohara bukan WNI lagi? Mana ada undang-undang kita yang menyebut kalau (warga negara kita) menikah dengan orang luar negeri akan kehilangan haknya atas kewarganegaraan Indonesia,” tekannya.

Selanjutnya, Anhar berharap agar Dubes RI untuk Malaysia segera melakukan upaya-upaya hukum untuk melindungi Manohara. Meski begitu, aku Anhar, sampai saat ini ia belum berkomunikasi secara khusus dengan sang dubes.

Raditya mengingatkan, permintaan bantuan kepada Komisi I DPR RI tersebut murni soal kemanusiaan, tanpa kepentingan politik. “Saya rasa ini murni kemanusiaan, karena saya yakin para pejabat juga punya hati nurani dan tidak mau melihat ada warga negara kita yang diperlakukan semena-mena di Malaysia,” timpal Deasy. (C7-09)

Dapatkan artikel ini di URL:
http://entertainment.kompas.com/read/xml/5925/kasus.manohara.sampai.ke.dpr