tentangmu di hari lahirmu…

n1272606161_30288223_7660550mungkin aku lupa atau mungkin juga keliru. suatu ketika kau mengajakku berfikir tentang makna namamu. Fuzi, Zee, dan Fuu, seingatku begitu teman-teman di asrama menyapamu. dan kini, di hari lahirmu tanggal 1 Mei, keyakinanku akan ketidaksengajaan itu terbukti. kau yang tiba-tiba nongol dan menyapaku lewat fesbuk. kau yang masih terlihat manis dan tenang.

dan tentang namamu, kau pernah mengingatkanku tentang nama gunung tertinggi di Jepang, terletak di perbatasan Prefektur Shizuoka dan Yamanashi, di sebelah barat Tokyo. gunung Fuji. ya, dengan sapaanmu hanya berbeda ‘Z’ dan ‘J’. tentang ini, aku rasa kau sendiri sempat memikirkannya. kau ingat? di mataku, dulu kau laiknya benda antik. ya, maksudku, hatimu sulit tersentuh. sehingga hanya orang per orang yang bisa dengan santai menyapa dan mendapatkan senyummu. aku? sepertinya aku menjadi bagian dari mereka yang kurang begitu cair. laiknya pendakian Fuji yang memakan waktu 3 hingga 7 jam.

atau jangan-jangan kau menjelmakan diri sebagai Fuji? tapi tak ada yang salah dengan ingin itu. apalagi, tepat setelah berhasil menginjakkan kaki di Fuji, setiap rasa akan diliputi bahagia dengan berbagai sebab. Kawan, aku tetap mengingatmu. mengingat setiap lakumu yang tertangkap. kau yang dingin bagai Fuji, kau yang begitu spesial bagi orang yang kau sapa, dan kau yang sepertinya menikmati sendirimu.

di hari lahirmu, mungkin kau faham bahwa di luar sana ada perasaan kaum buruh yang bisa jadi sama sepertimu. kenapa bisa jadi sama? karena saat itu pula kau akan kembali mempersiapkan dirimu. tapi sudahlah, di sini aku hanya ingin berkisah tentangmu. tentang cara kamu bersikap dan menyikapi banyak hal, hingga seorang kawan lain membisikkan tentangmu. kau yang dewasa. kau yang tenang. kau yang tegar. bahkan kini, aku tetap berharap kau menjadi sosok yang tegar, meski terkadang ada kerapuhan yang kau paksa tak terlihat. satu hal, kau cerdas melebihiku. dengan kata yang terus terulang, aku hanya ingin berujar selamat hari lahir. rayakanlah dengan jiwa yang lain, karena hidup tak harus menjadi sendiri.