ketika tak pantas atas segala…

tree-in-windtentu saja. rasa itu selalu muncul. kadang tiba-tiba. kadang menunggu disulut. dan terkadang, memang seharusnya aku merasa. aku jenuh dengan rasa ini. aku tak ingin merasa. tapi bukan berarti ingin lari dari rasa yang sejatinya begitu nyata. aku tak ingin hanya karena rasa ini aku menjadi sosok yang tak henti-hentinya menyalahkan mereka. itu haya tentang aku yang terus merasa perih dikala rasa itu menyapa. ketika ingin tak kunjung teraih. ketika raga memilih diam tak bergeming. tapi tidak, masih ada kau yang membuatku terus tegak berdiri. hanya untuk menunggu. menunggu ingin yang tak kunjung teraih. tapi kau lebih kuat dari apapun yang kau bayangkan. sepertihalnya mimpimu yang melebihi do’a-do’a itu. ya, kau lebih kuat. kau lebih kuat. begitu hardikmu akan keraguanku. kau memang selalu begitu. tak pernah kau tak begitu. meski lagi-lagi, aku menolakmu terus menerus menjadi penyanggahku. cukup. meski dengan ini aku harus merangkak, aku tak merasakannya.

ya, kau benar. kau benar tentang aku yang memiliki dunianya sendiri. tentang aku yang tak henti mengambil makna. tentang aku yang tak begitu bersinar. tentang aku yang memang tak terlihat di mata siapapun. tentang aku yang lagi-lagi harus terus bergerak. tentang mereka, tentu saja duniaku sangat jauh berbeda. ujarmu kembali meneguhkanku. kau benar. bahkan sebelum kau melontarkannya, aku lebih dahulu menyadarkan diri. aku bukan mereka yang hanya sekejap mata, mampu mendapatkan inginnya. aku juga bukan mereka, yang hanya dengan satu kata, mampu meraih inginnya. kau terlalu rumit, anakku. tukasmu lagi. duniamu tak mengizinkanmu berlalu tanpa terjal. kau harus melewatinya dengan “tanya” dulu. hingga kau faham apa saja tahapan-tahapan yang sejatinya mampu memperkokoh dirimu. memperkokoh seluruh bagian dalam dirimu. ragamu. pikiranmu. dan nuranimu.

jadi tak perlu bertanya bertubi, kapan kau mampu seperi mereka yang dengan mudah menggapai inginnya. jangan. jangan lagi. bergeraklah. berjalanlah. karena dengan itu kau kian kokoh, bahkan melebihi mereka terlihat kokoh berdiri di mata manusia. kau berbeda anakku. kau memiliki kekuatan yang telah terasah dari segala. jadi tak ada alasan untukmu terpuruk. karena terpurukmu adalah bagian dari sadarmu untuk kembali bangkit. lalu akupun kembali bersandar di pangkuanmu.