tentang kosong…

img1-copy1

pada mulanya, setiap nama kosong tak bermakna.

sampai langit membisik pada awan “tolong hujankan air mata sukacitamu di karbala”,

hingga dipahami Adam menyayangi Hawa tak semata di surga.

pada mulanya engkau tiada, di ruang tunggu atau beranda.

sampai seseorang menyapamu dengan segenap harap.

sementara di luar, lelah menunggu bisik langit.

untuknya, airmata apa yang hendak kuteteskan di taman ini.

eden, 15-01-09 (darimu, guruku)