tak sempat

pernahkah aku mengungkap rasaku tentang kerumitan selama beberapa bulan di ibu kota? pernahkah aku mengungkap rasaku tentang beberapa pekan sebelum ke ibu kota? ya, tentang riuh rendah demo sang panglima di Cirebon? siapa lagi kalau bukan para pedagang kaki lima (PKL)? pernahkah aku mengungkap rasaku tentang proses pencerahanku mengenal feminisme? pernahkah aku mengungkap rasa tentang ke-ironi-an-ku menghadapi setiap celoteh tentang kegendutanku? pernahkan aku mengungkap rasaku yang tidak menganggap resepsi pernikahan sebagai sesuatu yang membebankan? pernahkan aku mengungkap rasaku tentang sejuta kenanganku bersama si dia? pernahkah aku mengungkap tentang rasa engganku yang timbul tenggelam bermain kata? pernahkah aku mengungkap tentang getir-getir yang memang tak pernah terungkap? pernahkah aku mengungkap tentang mimpi-mimpiku secara tersirat? yang terakhir ini, kurasa aku telah melakukannya. tapi ini baru prolog, aku masih tak sempat.