dunia sendiri

Ingin yang telah lama mengendap, seakan hilang. Terganti dengan ingin-ingin lain yang nyaris serupa. Tuntutan-tuntutan desakan-desakan serupa ingin sebelumnya. Muaranya tetap sama. muncul dari duniaku sendiri. Dunia tanpa pundak siapapun. Membiarkannya kusut. Lalu menatanya lagi. Dengan caraku sendiri. tidak peduli dengan tuduhan mereka, bahwa aku hanya hidup dengan duniaku sendiri. Karena setiap tatapan dan isi kepala memilki haknya sendiri. Lalu membiarkan aku menikmati duniaku sendiri. Lalu, apa yang kau pikirkan tentang semua ini? Tentang setiap orang yang hidup di dunianya sendiri?

Apa kau berfikir sama seperti yang difikirkan Zedka (teman Veronica, dalam Veronica Memutuskan Mati, Paulo Coelho). Setiap orang yang di dunianya sendiri, termasuk gila? Skizofren? Psikopat? Atau bahkan maniak? Atau apa? Ada Einstein yang mengatakan bahwa tidak ada waktu dan ruang. Yang ada hanya kombinasi keduanya. Atau Columbus yang bersikukuh bahwa di sisi lain dunia terdapat benua, bukan jurang. Atau Edmun Hillary, yang yakin manusia bisa sampai ke puncak Everest. Atau The Beatles, yang menciptakan jenis musik yang sama sekali lain dan berpakaian seperti manusia dari masa yang berbeda. orang-orang seperti itu masih ada ribuan lagi. Semua hidup dalam dunia mereka sendiri.