sudah cukup

rasanya sudah cukup mengakui bahwa terlalu banyak momen terlewati begitu saja. Seperti biasa, aku pun memang sudah terlalu sering mengungkapkannya. Hingga aku sendiri bosan. Lebih-lebih ketika tuntutan-tuntutan bercakar di kepala tak pernah berhenti, tapi aku tetap diam di satu tempat. Antara menikmati dan tidak menikmati tuntutan-tuntutan tersebut. Aku begitu bebal untuk mengeluarkan segalanya. Hingga segalanya menumpuk dan menumpuk. seharusnya aku tak membiarkan segalanya menumpuk hingga pada akhirnya akan menggelegar.

Kau pun mungkin bosan dengan kata-kataku ini. Jika tidak salah dan jika tidak tepat, aku memang pernah sekitar empat kali mengungkapkan hal serupa. Aku tidak ingin menetapkan satu istilah pun untuk segala kerumitanku ini. Apa yang muncul di kepalamu ketika menyebut istilah “kerumitan”? apakah yang muncul di kepalamu adalah persoalan yang kompleks?. Atau sekadar kebingungan dan kebimbangan memutuskan sesuatu? Apa saja, yang pasti istilah “masalah” melingkupi semua muncul di kepalamu. Atau bisa jadi tebakanku salah semua.