menjadi sendiri

Kapan kau pernah merasa benar-benar menikmati sesuatu? tanyaku pada diri. biasanya aku tak terlalu suka dengan tanya yang menuntut imaji. Tapi sesekali aku merindukan tanya itu. Lalu akupun mulai masuk lebih jauh ke dalam diri. ya, sampai sekarang aku masih menikmati betapa nikmatnya menangis. Menangis sendiri karena sesuatu yang memilukan. Menangis sendiri di atas bantal kamar tidur hingga hidungku sulit menghirup udara. Menangis ketika menyadari aku hanya melangkah sendiri. Aku baru menyadarinya, ternyata selama ini aku telah berjalan begitu jauh, tepat setelah ibuku mengajariku bagaimana menjadi sendiri dan ditinggalkan. bagaimana menikmati diri di tengah kerumitan. Bagaimana menikmati diri di tengah kebekuan. Bagaimana menikmati diri di tengah arogansi. Bagaimana menikmati diri di tengah kebuntuan. Bagaimana menikmati diri di tengah riak dan terjal. Bagaimana menikmati diri di tengah jebakan tanpa ampun. Bagaimana menikmati diri di tengah api yang siap membakar kapanpun. Bagaimana menikmati diri di tengah keterbatasan. Bagaimana menikmati diri di tengah segala hal yang tak pernah terpikirkan dan diinginkan. Ya, bagaimana menikmati segala yang tertangkap mata, terasa, dan terpikirkan.

sejak kecil, secara tidak langsung ibuku begitu intens dan sabar mengajariku. Mulanya aku diajari bagaimana menjadi sendiri. Sendiri ditinggalkan olehnya. Sendiri mencari jalan keluar dari masalah-masalahku. Dan sendiri menguatkan diri. kau tak perlu tanya kenapa aku ditinggalkan sendiri olehnya. Karena ada sesuatu yang lebih baik tidak terungkap. Jadi biarkanlah segalanya tersimpan dalam imaji, lalu esok aku akan melangkahkan kakiku tanpa beban. Dia, ibuku, lagi-lagi benar. Bahkan sampai sekarang pun aku tetap sendiri mengendalikan segalanya. Ya, selain warisan dari ibuku tentang pelajaran menjadi sendiri, pengalaman juga tak henti mengajarkanku akan rasa menjadi sendiri. Tentangku, imajiku mencoba menggambarkan sosokku. Katanya aku begitu kelam, tajam, dalam, dan sendiri. Begitu sindirnya tentangku. Dan aku tetap menikmati langkah kakiku.