menakuti sesuatu

menakuti sesuatu. kapan kau merasa tak bisa menikmati pagi yang begitu cerah? kapan kau merasa detikmu seakan tak beranjak ke detik berikutnya? kapan kau merasa di kepalamu penuh dengan dengan benang kusut? kapan kau merasa nafasmu seakan diatur oleh jiwa lain di luar jiwamu? ya, kapan di mana dan dalam kondisi apa kau merasa menakuti sesuatu yang sangat. sesuatu kondisi dimana siap menarik ulur keputusanmu akan sesuatu yang telah kau perjuangkan. tatapannya seakan tak pernah lepas mengawasi gerakmu. indera pendengarnya seakan tak pernah lepas dari kabar tentangmu. jiwanya seakan selalu terjaga menunggu tumbangmu. kau dibuat seakan tertekan. lalu membiarkan sesuatu itu mendominasimu.

sesuatu itu bisa jadi mereka yang ada di sekitarmu. kau dibuat tak nyaman. karena mereka pun tak nyaman dengan keberadaanmu yang selangkah maupun lebih dari selangkah lebih maju darimu. kau bisa saja membantah bahwa sudah hak-mu menikmati perjuanganmu. tetapi sesuatu itu tetaplah sesuatu. mereka tak akan pernah membiarkanmu nyaman. kapan? ya, kapan kau merasa menakuti sesuatu itu.

jangan kau tanya bagaimana denganku. karena adanya kata-kata ini karena aku selalu dibuat takut oleh sesuatu itu. aku tidak takut menemukan diri berada di posisi kanan, kiri, depan, belakang, atas maupun bawah. bukan. bukan itu yang aku takutkan. aku hanya menakuti sesuatu yang mampu membuatku bimbang pada keputusanku. membuat kepalaku dibuat pening berlebih. membiarkan tidurku begitu cepat hingga tak memberiku kesempatan menikmati mimpiku. ya, aku menakuti sesuatu itu. tapi bukan kesempurnaan dari hidup yang aku inginkan. aku hanya ingin menikmati setiap detail rasa. rasa dari proses hidupku dalam menemukan diri. diri dalam kondisi dimana aku sadar melakukan sesuatu. sesuatu sebab dari segala sebab kejadian. aku ingin menjadi diri yang sadar. sadar akan sesuatu. meski sesuatu itu membuatku takut yang sangat. tapi aku harus menikmati ketakutan itu demi kesadaranku.