tak biasanya

Tak biasanya aku seperti ini. Berjalan sekitar 500 meter di tengah lalu lalang. dan sendiri. dan aku menikmatinya. Karena biasanya aku lebih memilih memanfaatkan jasa tukang becak. Tidak terlalu jauh memang. Meski tak biasa, tapi aku menikmatinya. Banyak sorot mata yang terus menatapku. Ah, bukankah itu sesuatu yang wajar. Aku berada di tengah lalu lalang beragam aktifitas, maka sudah menjadi resiko ditatap setiap mata yang terlewati. Terutama tukang becak yang menjajakan jasanya.

Sudah lama aku ingin menikmati hal-hal seperti ini. Berjalan kaki sendiri saat hari mulai gelap. Aku sedikit terbantu dengan cuaca malam. Karena jika siang hari, maka cuaca panas tak segan-segan membakarku.
Malam memiliki dunianya sendiri. Dia begitu mudahnya menciptakan sesuatu yang tak indah, menjadi indah. Lihatlah trotoar itu? Di siang hari, selain pengemis atau anak jalanan, mungkin tak seorang pun mau bersantai duduk di atasnya. Para muda-mudi itu, darah remaja mereka seakan menular padaku. Aku kian bergairah menikmati jalan kaki melewati sekian keramaian.

Lihatlah, perempuan penjaja bunga segar itu tak hentinya menatapku. Tapi bukan tatapan kosong dan putus asa, meski jelas sekali dia terus menunggu pembeli mendatangi dagangannya. Keriput di wajahnya mengingatkanku pada seseorang. Dan seseorang itu aku sendiri. Akupun berandai-andai. Jika dan hanya jika aku sampai di masanya. Apakah aku akan sepertinya? Meski dalam kondisi yang berbeda? tanpa siapapun? Suami? Anak? Menantu? Cucu? Sepupu? Ponakan? Dimana keberadaan mereka?

Tentu saja, mereka bersama dunia mereka masing-masing. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang tak biasa. Tidak, meskipun sesuatu apapun bisa terjadi padaku. Tapi aku harus mempersiapkan diri menjadi diri yang siap ditinggalkan sampai kapanpun. Jika dulu dan kini aku menikmati sendiriku, maka di masa datang, aku pun harus mempersiapkannya. bukankah siklus hidup perempuan lebih panjang dari apapun. tentang ini, kau tak perlu tanya bagaimana aku menghadapinya. aku hanya ingin berkata, aku siap dengan segala resiko.