didera sesuatu

untuk kali ke sekian, aku kembali didera oleh kekuasaan di luar diriku. sungguh aku harus berpikir keras lagi dan lagi. aku sulit menganalisa, apakah ini satu titik dimana aku menemukan diriku yang tak mampu menyelesaikan sesuatu dengan sangat maksimal. atau ini adalah satu titik dimana aku menemukan diriku menjadi korban ketidakadilan. tapi ketidakadilan apa dan bagaimana. penatku adalah bagian dari akibat semua ketidakuasaanku. dan aku sadar itu. tentu saja ini bukan sekali dua kali. sepertimu, aku pun telah mengenal ketidakadilan sejak aku sadar bahwa sesuatu itu tidak membuatku nyaman. kini aku sudah berada di tengah pusarannya. yang berarti aku harus keluar dari pusaran itu. aku hanya perlu lebih berhati-hati dan mengatur ritme hidupku lebih baik lagi. mungkin untuk sementara, pemikiran itu cukup.