sama

kali ini, tiba-tiba aku yakin. kita memang sama-sama gila. sama-sama memilih menerjang karang. sama-sama memaksa memecah granit. sama-sama ‘aneh’. sama-sama tak peduli. kita sama-sama memilih sakit. atau bahkan, bisa jadi, kita sama-sama menyiapkan diri mati lebih cepat dari seharusnya. darahku terus berdesir. tanganku masih terkepal. dan uratku nyaris keluar dari kulit. aku menyayangkan sesuatu darimu. kau pun sama, menyayangkan sesuatu dariku.

ada satu waktu kita sama-sama menjadi api. ada satu waktu kita sama-sama memilih air bagi yang lain. kita sesuka hati memerankan sesuatu. tanpa membiarkan waktu membatasi kita. kau rasa lelah. sama, aku pun rasa lelah. lalu kita sama-sama teriak. bersama-sama membunuh lelah. membunuh kantuk. membunuh kalut. dan membunuh apapun penghalang kita saat menerjang arah angin.

kita masih sama-sama di pusaran ketidakberpihakan. jadi mari kita nikmati saja. kau dengan kerasmu. aku dengan kerasku. kau dengan akarmu. aku dengan akarku. kau dengan duniamu. aku dengan duniaku. kau dengan ketidakberujunganmu. aku pun sama. benar, ternyata kita memang sama. sampai kita kesulitan mencari ‘beda’.