menuju ‘sesuatu’

sudah berpuluh pagi aku gagap. pada kabut. pada embun. juga pada terik. banyak rencana kususun. terus kususun. meski tanpa sadar menjadi tak tersusun seperti semula. jika sudah begitu, aku mulai menyusunnya lagi. seperti mendaki. setapak demi setapak terasa begitu berat. tapi setidaknya ada ‘sesuatu’ yang aku tuju. puncak itu, kawan.

berpuluh pagi itu aku lewati begitu saja. di jalan raya. di pinggir sungai dan sawah. di jalan setapak. di gang deretan rumah tetangga. di depan mall dan terminal. tapi aku tetap lurus, berat rasanya menoleh barang sejenak.

aku pikir, begitulah aku ketika ‘sesuatu’ menuntut segera dituntaskan. tapi aku masih berusaha mencari cara agar tetap menoleh pada yang lain di luarku.

(Thursday, January 6, 2011)