darimu (2)

pada malam:

malam ini tak seperti biasanya. tumben, seperti lima tahun lalu.aku ingin teriak seteriaknya di pantai itu. karena tiba-tiba dalam riuh di kotamu ini aku ditikam sunyi yang paling dalam. kapan semesta dunia tunduk di kakiku?.

(23:32, 28/05/11)

lalu pada pagi:

di beranda hatimu aku pernah bertamu. dulu sekali. tanpa janji. kau mempersilahkanku masuk dan duduk dekat urat nadimu. kita hanya berbincang sebentar, selebihnya diam mengatur nafas. sebelum aku pamitan, kau sempat berkata: “maaf tak ada hidangan dalam hatiku, kecuali kekosongan.”

“tak apa. kekosongan itulah yang kan membawaku kembali, atau menuntunmu padaku,” jawabku

(09:32, 30/05/11)