yang tak sempat di 2011

setahun lalu, di bulan yang sama, aku di antara mimpi-mimpi baru yang tercapai. mimpi di tahun 2011. memulai dan memahami ritme hidup baru. mencoba terus berdebat dengan diri sendiri. tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak seharusnya dilakukan. juga apa yang harus diwujudkan dalam proses mewujudkan sesuatu yang lain hingga tuntas. begitu banyak rencana kususun di tengah satu mimpi yang tengah kuwujudkan. namun, tiba-tiba aku memilih berhenti dan menyelesaikan apa yang seharusnya kuselesaikan. lalu ruang kepalaku hanya berpusat pada satu dunia. ya, dunia akademisi dan bekerja jika kusempat.

bersama sosok-sosok luar biasa

aku berada di tengah sosok-sosok yang luar biasa. para dosen dan sahabat yang juga luar biasa. aku belajar banyak hal dari mereka. aku pikir inilah yang kubutuhkan untuk ruang kepalaku. memahami sesuatu pengetahuan, juga fenomena, lalu belajar menganalisanya. antara sesuatu yang baru dan lama. antara sesuatu yang kukenal dan tak kukenal. tentang teori-teori, realitas, wacana, politik, komunikasi, dominasi, hegemoni, propaganda, dan masih begitu banyak lagi hal-hal juga istilah-istilah lama namun baru begitu serius kufahami.

dari mereka, aku begitu banyak mendapatkan sesuatu. satu hal selain fokus dan bekerjakeras memahami sesuatu, membaca dengan sebenar-benarnya membaca adalah salah satu aktifitasku. bagaimana tidak, lewat membacalah aku bisa memahami apa yang mereka pahami.

tak ada yang begitu berat dari semua itu, selain bahwa aku ingin benar-benar memahaminya secara lebih. juga mengingat aku yang tak begitu akrab dan memahami isu-isu politik secara benar. bersama mereka; Alina, Mungky, mbak Runi, juga bang Oslan dan chief Tri. mereka adalah para profesional yang masih begitu antusias untuk terus belajar. karena tak mampu berbagi banyak hal, hanya bisa memperlihatkan gambar-gambar berikut:

suasana dan usai kuliah di kampus Paramadina Graduate Schools (PGS) Jakarta

bersama beberapa sahabat di political communication dan corporate communication.

begitu berat bagiku membagi pikiran hingga membiarkan ruangan ini kosong di tahun 2011. bahkan berucap “Selamat Tahun Baru 2011” pun berat bagiku. karena mengucapkannya di ruangan ini, bagiku tak sekadar berucap, harus ada paragraf lain yang perlu menemaninya. dan aku belum sempat. maka ucapanku pun di waktu yang tak wajar. “Selamat Tahun Baru 2012”. harapanku, siapapun kita yang memiliki ruang maya seperti ini, semoga sempat memenuhinya dengan paragraf-paragraf yang tak sekadar paragraf. dan buatku pribadi, semoga di pertengahan tahun ini thesisku selesai dengan baik dan tepat waktu.