menimbang sesuatu lalu loncat

satu waktu aku sering sekali menimbang sesuatu lalu melangkah setelah memutuskan salah satunya. kali ini masih seperti biasa, dengan percaya diri kukatakan bahwa aktivitas menimbang sesuatu bukan hanya aku yang melakukakannya. siapapun yang punya pilihan dan gelisah akan pilihan itu, ia akan menimbangnya, meski tidak selalu berakhir pada memutuskannya.

tapi kali ini aku tidak melangkah, tapi ingin langung meloncat dan menerjang apa yang sudah lama matang di ruang kepala. bertahanku di tengah mereka yang dengan percaya diri akan terus memanfaatkan diamku adalah muaranya. aku sudah meyakinkan diri, bahkan sebelum mereka memanfaatkanku, aku sudah meyakinkan diri bahwa aku berkuasa pada diriku. persoalan bahwa sekarang aku masih bertahan di tengah mereka adalah karena aku merasa kasihan terhadap mereka. dan ingin berbuat baik pada mereka dan melihat perkembangan perubahan mereka ke arah yang lebih baik.

tapi tidak, seperti yang sudah kubilang, apa yang ada di depanku adalah proses. belum akhir. kali ini untuk proses ini sepertinya aku sudah mulai yakin untuk mengakhirinya dan meneruskan proses berikutnya. mungkin terlintas dalam pikiranmu bagaimana aku begitu bodoh untuk tetap bertahan di tengah mereka. tidak, aku tidak bodoh, aku hanya butuh waktu mematangkan kesabaranku. bukan, lebih tepatnya, mematangkan kebijaksanaanku sebagai manusia. dan dengan kebijaksanaanku, aku memutuskan untuk segera meloncat merubah diriku lebih baik lagi, sebelum secara sia-sia berkelanjutan berharap merubah mereka lebih baik lagi.