Category Archive: satu waktu

pening berlebih…

ternyata sama saja. kurang tidur dan banyak tidur sama saja. akhir pekan ini aku memang lebih memilih banyak di kamar. membaca, membaca dan membaca. tapi, ternyata yang ada tidur, tidur dan tidur. dan… Continue reading

tentang nalar…

Nalar adalah alat belaka. Nalar tidak dapat menentukan tujuan hidup kita; paling banter dia hanya memberitahu kita bagaimana caranya sampai ke sana. Nalar adalah senjata sewaan yang bisa kita gunakan untuk mencapai tujuan… Continue reading

dan ia memilih tegar…

”saya selalu yakin, bisa keluar dari tempat itu.” Demikian, untuk kesekian kalinya dia meyakinkan diri bahwa kesempatan itu masih ada. satu bulan lalu, dia masih tersekap dan disiksa bertubi-tubi di salah satu tempat… Continue reading

strawberry juice dari Jo…

  strawberry juice itu mengejutkanku. tapi kali ini kejutan yang membuatku fresh di siang yang panas dan ganas itu. ya, tak sekadar panas cuaca, tapi juga pikiran dan hati. tapi bukan tentang panas… Continue reading

sadarkan diri tentang keharusan menjadi tua….

rasa dongkol, prihatin, dan mengerikan seperti ini sudah ke seribu kian kalinya. tapi tetap saja tak bisa hilang dan terus memicu untuk buncah pada akhirnya. para lelaki itu, tak habis pikir, tak habis… Continue reading

lelaki dan sisa peradaban itu…

ini tentang sosok lelaki yang lebih memilih menjadi akar dari pada bunga. namanya Dasma Adi WIjaya (54). jangan heran jika kau menemukannya tengah berada di tengah-tengah sesuatu yang tebuang. sesuatu itu sisa-sisa peradaban,… Continue reading

perempuan penyanggah itu…

Dia, perempuan itu sempat membuatku memilih untuk tak memejamkan mata selama 24 jam. dimulai dari pencarian jejaknya, menemukannya, berbasa-basi, mendengarkan kisahnya, merenung tentang bagaimana aku membahasakan rasaku ketika berjam-jam mengikuti alur ceritanya. ya,… Continue reading

tentangmu di hari lahirmu…

mungkin aku lupa atau mungkin juga keliru. suatu ketika kau mengajakku berfikir tentang makna namamu. Fuzi, Zee, dan Fuu, seingatku begitu teman-teman di asrama menyapamu. dan kini, di hari lahirmu tanggal 1 Mei,… Continue reading

biarkan mereka berkicau…

tak perlu bertubi mempertanyakan kenapa dan lalu bagaimana. karena sejatinya mereka memiliki hidup sendiri, kisah sendiri, beribu masalah sendiri. lalu? lalu berjalanlah, tak perlu menengok kanan kiri, fokuskan apa yang memang sudah menjadi… Continue reading

hela nafas setelah menerjang granit…

aku tak ingin memulai dengan tanya. kali ini aku hanya ingin menghela nafas dan membayangkan segalanya baik-baik saja. meski mata tak mau terpejam, hati tak henti mengambil makna, pikiran terus berevolusi, dan tubuh… Continue reading