Category Archive: satu waktu

sorry

I do not want to write with the number of words that are so numerous and serious. as usual, I wanted to write with the flow and light to read. but maybe in… Continue reading

‘exam’ for anything

I have long realized, that I need a way to take a spoon to eat in the kitchen. I have to spend my food. Moreover when no one can help me to take… Continue reading

my first step

It’s been a while since I hid from the virtual space. Quite often I pressed the contents of my head that was already full of stories. What do you feel when your head… Continue reading

‘ada’ di esok

seperti mereka, aku menyebutnya malam tahun baru. pagi sebelum malam itu, banyak mimpi kubangun untuk esok dan satu tahun ke depan. pagi sebelum malam itu, gairahku akan mimpiku begitu tinggi. ya, setidaknya istilah… Continue reading

menuju ‘sesuatu’

sudah berpuluh pagi aku gagap. pada kabut. pada embun. juga pada terik. banyak rencana kususun. terus kususun. meski tanpa sadar menjadi tak tersusun seperti semula. jika sudah begitu, aku mulai menyusunnya lagi. seperti… Continue reading

dengan cintaku

pagi buta kemarin aku melihat para perempuan, ibu, berjalan kaki bergegas menuju sawah. siang hari kemarin aku melihat perempuan, ibu, menjajakan dagangan sekitar trotoar. sore hari kemarin aku melihat perempuan, ibu, menggendong kayu… Continue reading

‘sendiri’ dan bahagia

ribuan malam lalu aku pernah merasa sendiri. berfikir konyol bahwa tidak ada satu pun sosok memikirkanku. dulu, ribuan malam dulu. kini, ketika aku hanya berfikir bagaimana agar tubuhku bisa normal kembali. sosok-sosok muncul… Continue reading

perjalanan ‘ingin’-ku

Ketika aku melihat mereka berhasil menaklukan debar. Aku ingin melakukan hal yang sama. Lalu aku melakukannya. Ketika aku melihat mereka berada di tiga terbaik. Aku ingin dan aku berhasil melakukan hal yang sama.… Continue reading

ini blogspot-ku

ruang kepalaku penuh dengan ingin. ingin menciptakan dunia sendiri. lalu aku membuatnya di blog-blogku. beberapa alamat blog aku buat. mulai dari alamat di blogspot (yang sudah gonta-ganti sampai empat kali). lalu wordpress (ini… Continue reading

dari sini

dari sini dari sini, ya, dari sini dimulai, dari ketiadaan, lalu ada, dari merangkak, lalu tegap, dan berdiri melangkah, dari sini, dari muasalku, bersama kepala-kepala itu, aku tiada hingga ada, terimakasih (Tuesday, December… Continue reading