Category Archive: satu waktu

Gelap

Seperti biasanya, tak ada yang tak menarik dari paragraf yang disusun oleh seorang Goenawan Mohamad dalam catatan pinggir, termasuk dalam Majalah TEMPO 17 Mei 2010. kali ini aku ingin berbagi. Siang itu saya… Continue reading

rendezvous (2)

aku harus menemuimu. dan kau harus menemuiku. kali ini pertemuan kita harus berhasil. kau sudah terlalu lama mengulur waktu. begitu pun aku yang dengan sangat sengaja dan jelas-jelas mengulur waktu pertemuan kita. jangan… Continue reading

tetap ingin begini

aku ingin tetap seperti ini. merasakan tenang. nyaman. bening. tak ingin terburu. ingin berhenti sejenak. aku ingin tetap seperti ini. melepaskan sejenak segala inginku. membiarkan penatku. membiarkan angin tetap berhembus menerjangku. membebaskan semuanya… Continue reading

resah yang sama

Kapan kau berfikir waktu berjalan begitu cepatnya? Senja lalu aku masih di satu sudut, senja berikutnya aku tetap di satu sudut itu. Sungguh waktu berjalan begitu cepatnya. Dan mirisnya aku melewatinya tanpa menyadari… Continue reading

tentang tanya

Kapan seseorang memiliki otoritas terhadap dirinya sendiri? Sungguh, lagi-lagi aku berat menuliskan sebuah istilah yang kuanggap tak menarik untuk aku tulis di sini. Kapan seseorang harus bergantung pada seseorang yang lainnya? Ya, setidaknya… Continue reading

just existing

“it’s possible to forget how alive we really are. we can become dry and tired, just existing, instead of really living. we need to remind ourselves of the juice of life, and make… Continue reading

laiknya bumi

hai perempuan-perempuan, apa yang ingin kau lihat di luar sana. ya, di balik cahaya itu. apakah yang ingin kau ingin sama seperti yang ingin kulihat? seperti yang pernah kuungkap, di balik kabut itu,… Continue reading

lega

lega. tiba-tiba aku merasakan rasa yang sama seperti sebelumnya. ternyata masih ada kesempatan yang masih menungguku. aku pikir kalimat itu hanya menghiburku yang baru saja kehilangan kesempatan untuk kali ke sekian. tapi dengan… Continue reading

tak biasanya

Tak biasanya aku seperti ini. Berjalan sekitar 500 meter di tengah lalu lalang. dan sendiri. dan aku menikmatinya. Karena biasanya aku lebih memilih memanfaatkan jasa tukang becak. Tidak terlalu jauh memang. Meski tak… Continue reading

keep fighting

from my inspiration picture