kian kuat

Rasanya seperti melempar kerikil yang telah lama bersarang di dalam sepatuku. Sepatu yang aku injak di bawah telapak kakiku. Setelah kerikil yang tersembunyi itu aku buang sekaligus aku lempar, aku kembali lega. Aku… Continue reading

tentang “berbeda”

Aku lebih suka menuliskannya “berbeda”, meskipun sebenarnya bisa saja ditulis “perbedaan”. Akhirnya ada satu waktu mengeluarkan isi kepalaku ini. Aku berharap isi kepalaku ini tidak menjadi pemicu hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti blogger… Continue reading

mulanya “kata”

Pada mulanya adalah kata. Sejarah telah memberkahi umat manusia dengan guru-guru terbijak, jiwa-jiwa sangat tercerahkan yang memahami misteri-misteri spiritual dan mental melebihi segala pemahaman. Kata-kata berharga para ahli ini—Buddha, Yesus, Muhammad, Zeroaster, dan… Continue reading

takut

“buka pandangan mata kalian, Sobat-sobat. Kita semua takut terhadap sesuatu yang tidak kita pahami.” (Robert Langdon, dalam “The Lost Symbol”-nya Dan Brown)

jalan lain

rasa sakit punya elemen hampa; ia tak bisa mengingat kapan ia dimulai, akankah ada satu hari saat ia tak hadir (Emily Dickinson)

kemalasan berfikir

aku pernah merasa gemas, bahkan heran, ketika menonton liputan konser musik pop di televisi. Di mana para penontonnya yang notabene masih remaja, selalu mempunyai jawaban yang seragam ketika ditanya bagaimana konsernya. Mereka pada… Continue reading

teman sunyi

sungguh magis. entah aku salah menuliskan istilah atau tidak, bisa jadi aku salah, seharusnya bukan music tapi nada, atau bagaimana? yang pasti, aku tak pernah merasakan sepi dan sendiri ketika alunan music masuk… Continue reading

memulai kembali

tepat setelah aku berfikir tentang diri yang tak kian beranjak, saat itu pula aku kembali meyusun diri. bukankah pernah kukatakan, aku tak ingin terus tak beranjak. bahkan aku ingin berlari. kini aku tengah… Continue reading

tak ingin begini

benar. aku makin sulit mengendalikan segalanya. banyak hal. ini bukan sekadar ritme hidup. pikiran-pikiranku makin hari makin kacau saja. aku masih saja di tempat dan persoalan yang sama. padahal seharusnya aku beranjak. inginku… Continue reading

didera sesuatu

untuk kali ke sekian, aku kembali didera oleh kekuasaan di luar diriku. sungguh aku harus berpikir keras lagi dan lagi. aku sulit menganalisa, apakah ini satu titik dimana aku menemukan diriku yang tak… Continue reading