Dia tersakiti bertubi…

malam itu aku menemaninya tidur. tepatnya di salah satu ruangan di kantor lembaga tempatku bekerja. sebut saja namanya Ani. hampir tiga hari dia mondar-mandir di ruangan kantor kami. dua hari sebelumnya, aku sudah… Continue reading

menyusur wajah-wajah kuyu di Jarak-Dolly(3)

Sepertihalnya mereka, aku pun menyapanya Mia. Mia adalah salah satu perempuan penghuni Dolly. wajah sumringahnya membuatku merasa tak enak, ketika pak Nur dengan semangat mempersilahkanku untuk mengobrol-ngobrol dengan Mia. “kebetulan dia masih sepi… Continue reading

menyusur wajah-wajah kuyu di Jarak-Dolly (2)

“Anggota TNI Dilarang Masuk” Kalimat larangan itu tertulis di depan pintu setiap wisma. Merata. Seakan wajib untuk dipasang. Tentu saja, aku yang baru pertama kali menginjakkan kaki di kawasan merah itu, tergelitik untuk… Continue reading

menyusur wajah-wajah kuyu di Jarak-Dolly (1)

Menyusur kawasan Putat Jaya, tiba-tiba debaran kencang menyerang jantungku. Padahal menurut salah seorang kawan, ini belum apa-apa, maksudnya tempat yang pertama kami susuri belumlah seberapa. “Ini baru di Jarak, masih ada gang Dolly… Continue reading

tentang rendezvous

Ada-mu sepekan lalu, seperti biasa. Seperti yang sering kuungkapkan, kita tetap sama. Seperti lalu-lalu yang lain. Kau ada, lalu tak ada. Seperti sejenak menghilang. Tapi, kita memang begitu. aku tak ingin mengaku-aku, bahwa… Continue reading

di 7 Juli ’09 itu…

kau tertawa. tapi bukan menertawakan. sedang aku tersenyum nyaris sinis, saat itu. tepatnya di 7 Juli ’09 itu. mereka mengatakan hidmat dan sakral. hatiku mengatakan biasa saja. tak ada gejolak di sana. di… Continue reading

menjelma diri…

untukku di satu pagi…

Sepagi ini, cinta tak pernah terburu-buru mengucap salam pada apa dan siapa saja, juga engkau. Sebab ia lahir jauh sebelum pagi bersanding senja, juga sebelum puisi turun ke bumi. Selamat pagi jiwaku, riak… Continue reading

memburu jawab…

jangan tanya sudah seberapa sering aku dipertanyakan. karena pertanyaan itu bukan hanya terlontar dari mulut mereka. tapi juga dari mata mereka. dari hati mereka. dari pikiran mereka. dari polah mereka. dari ketidaksadaran mereka.… Continue reading

hari-hari menikmati kegagapan

rasanya klise jika lagi-lagi terlintas, bahwa nasib begitu misteri. meski benar adanya. seperti hari-hari itu. dimana secara sadar duniaku terasa bergeser. ya, tepat setelah kau menawarkan hari-hari dimana kita akan memulai masa. tawaranmu… Continue reading