‘sendiri’ dan bahagia

ribuan malam lalu aku pernah merasa sendiri. berfikir konyol bahwa tidak ada satu pun sosok memikirkanku. dulu, ribuan malam dulu. kini, ketika aku hanya berfikir bagaimana agar tubuhku bisa normal kembali. sosok-sosok muncul… Continue reading

perjalanan ‘ingin’-ku

Ketika aku melihat mereka berhasil menaklukan debar. Aku ingin melakukan hal yang sama. Lalu aku melakukannya. Ketika aku melihat mereka berada di tiga terbaik. Aku ingin dan aku berhasil melakukan hal yang sama.… Continue reading

ini blogspot-ku

ruang kepalaku penuh dengan ingin. ingin menciptakan dunia sendiri. lalu aku membuatnya di blog-blogku. beberapa alamat blog aku buat. mulai dari alamat di blogspot (yang sudah gonta-ganti sampai empat kali). lalu wordpress (ini… Continue reading

dari sini

dari sini dari sini, ya, dari sini dimulai, dari ketiadaan, lalu ada, dari merangkak, lalu tegap, dan berdiri melangkah, dari sini, dari muasalku, bersama kepala-kepala itu, aku tiada hingga ada, terimakasih (Tuesday, December… Continue reading

time

About time. I think every day I lose time. Though time continues to provide opportunities. Sometimes I’m almost crazy when given the chance, but I let it go. Alice Boch’s right, that we… Continue reading

memilih diam

Jika saya bercerita sekarang, Maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya, Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya, Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia yang seharusnya tidak dimaklumi, Dan… Continue reading

sama

kali ini, tiba-tiba aku yakin. kita memang sama-sama gila. sama-sama memilih menerjang karang. sama-sama memaksa memecah granit. sama-sama ‘aneh’. sama-sama tak peduli. kita sama-sama memilih sakit. atau bahkan, bisa jadi, kita sama-sama menyiapkan… Continue reading

masih

suatu hari di dua puluh tahunan lalu, aku dicintai mereka dari jauh. dan aku tak perlu memilih atau memutuskan sesuatu, katanya. suatu hari di belasan tahun lalu, aku menghujat. masih di suatu hari… Continue reading

finding me

from: una bella vita

buntu

kakiku terus menyusur jalan petang. sambil bekerja keras menyusun kalimat-kalimat. pekan lalu putus asa karena tak satu pun kalimat berhasil kurangkai. pekan ini masih sama. tak ada satupun kalimat terangkai. kemarin aku berjanji… Continue reading