‘ada’ di esok

seperti mereka, aku menyebutnya malam tahun baru. pagi sebelum malam itu, banyak mimpi kubangun untuk esok dan satu tahun ke depan. pagi sebelum malam itu, gairahku akan mimpiku begitu tinggi. ya, setidaknya istilah itu yang saat ini kupikir tepat menggambarkan betapa aku bersemangat. aku bersemangat mewujudkan mimpi-mimpiku yang gagal di tahun-tahun sebelumnya.

tentangku yang ingin menulis buku. tentangku yang ingin tenggelam sejenak dalam dunia buku-buku dan para dosen. tentangku yang benar-benar menginginkan seorang teman kecil dari rahimku. tentangku yang putus asa mengharapkanmu dengan basa-basimu. tentangku yang begitu banyak keinginan.

tiba-tiba aku merasa beruntung dengan banyak keinginan. keinginan yang membuatku tetap ‘ada’ di pagi berikutnya. tapi di tahun 2010, di tiap tidurku masih tak nyenyak. kuharap tahun ini aku bisa tidur dengan nyenyak. agar esok aku lebih siap lagi mengendalikan ‘ingin’-ku. semoga.